Profil Pondok Pesantren Ma'hadut Tholabah Babakan

Pondok Pesantren Ma'hadut Tholabah merupakan salah satu lembaga pendidikan keagamaan yang beralamat di Dukuh Babakan Desa Jatimulya Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal Propinsi Jawa Tengah. Letak geografis dari Ponpes Ma'hadut Tholabah tidak jauh dari komplek Kantor Pemerintahan Kabupaten Tegal, yaitu sekitar 3 Km dari Kota Slawi.

Meski dekat dengan pusat pemerintahan, lokasinya jauh dari hingar bingar kota sehingga sangat strategis dan tepat digunakan untuk menimba ilmu agama Islam. Lingkungan sekitarnya juga masih nyaman, tentram, dan sangat asri dengan pemandangan alam desa didampingi sawah dihiasi panorama Gunung Slamet yang bisa dinikmati saat kondisi cuaca cerah.

SEJARAH PONDOK PESANTREN MA'HADUT THOLABAH

Pondok Pesantren Ma'hadut Thalabah Babakan mulai dirintis sejak tahun 1913 M oleh KH. Mufti bin Salim bin Abdur Rohman, seorang ulama asal Balapulang Kabupaten Tegal. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa Mufti yang saat itu masih perjaka menunaikan ibadah Haji dan dipertemukan dengan K. Sulaiman, seorang bekel (Kepala Desa) Desa Jatimulya Kecamatan Lebaksiu. Pertemuan tersebut kemudian mengarahkan KH. Mufti untuk menikahi Hj. Fatimah, putri dari Kyai Sulaiman.

Diawali dengan kegiatan pengajian umum yang diselenggarakan di masjid Jami’ Dukuh Babakan dengan hanya diikuti oleh 12 orang dari lingkungan sekitar. Pada perkembangannya, setelah pengajian berjalan lebih dari 2 tahun, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan bertambah banyak. Hal tersebut memotivasi beliau mulai mengembangkan kegiatan keagamaanya, tepatnya pada tahun 1916 M / 1336 H, dengan membangun sebuah mushola di ujung selatan pedukuhan Babakan.

Pada saat itu, peserta pengajian yang berminat untuk tinggal, dipersilahkan membangun sendiri tempat pemukiman. Hingga akhirnya, sejumlah 4 kamar yang masing – masing berukuran 3 x 2 m2 dengan lokasi di sebelah selatan musholla berhasil didirikan.

PERIODE KEPENGURUSAN PP MA'HADUT THOLABAH

Sejak berdirinya (tahun 1916/1336 H), Pondok Pesantren Ma'hadut Tholah telah mengalami beberapa generasi dan periode kepengurusan. Saat ini, kepengurusan Pondok Pesantren Ma'hadut Tholabah Babakan ditangani oleh cucu-cucu dari pendirinya.

Periode Pertama Kepengurusan PP Ma'hadut Tholabah Babakan

Periode pertama sejak berdirinya Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah Babakan Lebaksiu Tegal, yaitu tahun 1916 s.d 1935 M, dipimpin oleh KH. Mufti Bin Salim sebagai Pengasuh dibantu oleh KH. Sulaiman (Mertua ), KH. Abdurrohim (Ipar), dan KH. Anwar (Ipar), serta Ny. Hj Fatimah (Istri) dengan menyelenggarakan pengajian baik Bandungan maupun Sorogan.

Di tengah ketekunan, keelutan, dan semangat beliau dalam proses pembelajaran ilmu agama Islam pada tahun 1935 M, beliau wafat dengan meninggalkan seorang istri dan sembilan orang anak, antara lain:
  1. KH. Ma’sum Mufti (Wafat tahun 1974 M);
  2. KH. Muhammad Syafi’I Mufti (Wafat tahun 1947 M);
  3. KH. Isa Mufti (Wafat tahun 1982 M);
  4. Ny. H.Khaeriyah Mufti (Wafat tahun 1991 M);
  5. KH. Abdul Malik Mufti (Wafat tahun 2000 M);
  6. KH. Baedowi Mufti (Wafat tahun 1984 M);
  7. Ny. Mutimah Mufti (Wafat tahun 1995);
  8. KH. Khozin Mufti (Wafat tahun 1988 M);
  9. KH. Shofwan Mufti (Wafat tahun 1995 M).

Periode Kedua Kepengurusan PP Ma'hadut Tholabah Babakan

Periode kedua (tahun 1935 s.d 1947 M), setelah KH. Mufti wafat, Ponpes Ma’hadut Tholabah dipimpin oleh KH. Ma’sum mufti (Anak I) sebagai Pengasuh dan KH. Syafi’I Mufti (Anak II) sebagai wakilnya. Sang ibu sendiri, Ny. Hj Fatimah menjabat sebagai Pembina/Penasehat dan dibantu oleh H. Abdurrokhim (Pak De) serta K. Dahlan Anwari (Ipar). Pada masa periode kedua perkembangan ponpes mengalami peningkatan dari sitem pendidikan klasikal menjadi beberapa tingkatan.

Periode Ketiga Kepengurusan PP Ma'hadut Tholabah Babakan

Periode ketiga (tahun 1947 s.d 1982 M) diteruskan oleh KH. Isa Mufti (anak III) sebagai Pengasuh dan dibantu oleh adik-adiknya:
  • Ny. Hj. Khoiriyah Mufti (Anak IV)
  • KH. Abdul Malik Mufti (Anak V)
  • KH. Baidlowi Mufti (Anak VIII)
  • Ny. Hj. Mutimah Mufti (Anak IX)
  • KH. Khozin Mufti (Anak X)
  • KH. Sofwan Mufti (Anak XI)
  • Serta para menantu KH Mufti
Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan pondok pesantren maka didirikan pendidikan berbasis pengetahuan agama berupa madrasah diniyah, diantaranya yaitu:
  1. Madrasah Diniyah Putra Tingkat menengah (sekarang Madrasah Tsanawiyah III Tahun) yang dipimpin oleh KH. Baedlowi Mufti;
  2. Madrasah Diniyah Mualimat dipimpin oleh K. Muslih Ma’shum, BA;
  3. Madrasah Diniyah Putra tingkat Dasar (Ibtidaiyyah 6 Tahun) dipimpin oleh KH. Abdul Malik Mufti;
  4. Madrasah Diniyah Putri (Al Banat) dipimpin oleh Ny. Hj. Mundiroh (Istri KH Isa Mufti).
Pada perode III ini Nyai Hj. Fatimah (Ibu) bertindak selaku Pembina Pondok Pesantren sekaligus menangani secara khusus pengelolaan Pondok Pesantren Putri sampai dengan beliau wafat tahun 1977 M. Selanjutnya Pondok Pesantren Putri dipimpin oleh Ny. Khoiriyyah Mufti (anak IV) yang berlangsung sampai dengan tahun 1990 M.

Periode Keempat Kepengurusan PP Ma'hadut Tholabah Babakan

Periode IV (Tahun 1982 – 2000 M) Pengasuh Pondok Pesantren Ma'hadut Tholabah dijabat oleh KH. Abdul Malik Mufti dengan Pengasuh Putri Ny. Hj. Khoiriyah Mufti sekaligus pengelola Pondok Pesantren Putri.

Ny. Hj. Khoiriyah Mufti meninggal tahun 1990 M dan pengelolaan Pondok Putri dilanjutkan oleh adiknya yaitu Ny. Hj. Mutimah Mufti hingga wafat menyusul kakaknya pada tahun 1995.

Sepeninggal Ny. Hj. Mutimah Mufti, Tim Formatur Pondok Pesantren menunjuk tiga orang menantu KH Mufti sebagai Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Putri yang masing – masing mempunyai otoritas dan kewenangan yang sama yaitu:
  1. Ny. Hj. Saeruroh Masykuri (Istri Alm. KH. Abdul Malik Mufti);
  2. Ny. Hj. Masyfuah Dahlan (Istri Alm. KH Baedlowi Mufti);
  3. Ny. Hj. Masruroh Masyhudi (Istri Alm. KH Sofwan Mufti).
Pada tahun 2000 M KH. Abdul Malik Mufti wafat di Makkah saat menunaikan ibadah haji dan menjadi penutup generasi anak (dimana semua saudaranya telah terlebih dahulu wafat) dari pendiri Pondok Pesantren Ma'hadut Tholabah.

Periode Kelima Kepengurusan PP Ma'hadut Tholabah Babakan

Periode V (Tahun 2000), Pondok Pesantren Ma'hadut Tholabah mulai dikelola secara kolektif oleh generasi ketiga (Kurun Kucu) dan menandai berakhirnya generasi kedua (kurun anak).

Sepeninggal Almagfurlah KH. Abdul Malik Mufti, bulan Maret 2000, sempat terjadi vacum kepimimpinan Pondok Pesantren Ma'hadut Tholabah. Hingga akhirnya tanggung jawab kepengurusan sementara dikelola oleh Sekretaris Umum Pesantren, yaitu KH. A. Nasichun Isa Mufti, sejak April sampai dengan 15 Oktober 2000 M.

Pada akhir Desember 2000 di bentuk Tim Formatur dari perwakilan masing – masing keluarga, untuk menentukan penanggung jawab pengelola Pondok Pesantren yang menghasilkan Struktur pengurus harian sebagai berikut:
  1. KH. Mohammad Syafi’I Baidlowi (Ketua I);
  2. KH. A. Nasichun Isa Mufti (Ketua II);
  3. KH. Ma’mun Malik (Ketua III)
Ketiga personil ini diberi tugas untuk mengelola Pondok Pesantren sampai dengan terbentuknya kepengurusan baru Yayasan Pendididkan Pesantren maksimal dua tahun kedepan.

Dua tahun berikutnya, Desember 2002, terbentuklah kepengurusan Yayasan yang baru dengan ketua Kyai Hisyam Ma’mun. dari hasil pertemuan seluruh Organ Yayasan maka telah ditentukan penanggung jawab masing – masing lembaga di bawah naungan Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Ma'hadut Tholabah sebagai berikut:
  1. Penanggung Jawab Pondok Pesantren Putra: KH. Mohammad S. Baidlowi;
  2. Penanggung Jawab Pondok Pesantren Putri: KH. A. Nasichun Isa Mufti;
  3. Penanggung Jawab Madrasah Diniyyah Putra: KH. Chafidz Isa Mufti;
  4. Penanggung Jawab Madrasah Diniyyah Putri: Kyai Mufti Malik;
  5. Penanggung Jawab Madrasah Ibtidaiyyah (MI): Fachruri Rofi’I S.P.i;
  6. Penanggung Jawab Madrasah Tsanawiyah (MTs.M): DRs. Fathurroji M.Si;
  7. Penanggung Jawab Madrasah Aliyah (MAM): Baihaqi HR S.Pdi.

VISI MISI DAN TUJUAN PP MA'HADUT THOLABAH BABAKAN

Hingga saat ini telah terjadi perubahan formasi penanggung jawab pada beberapa lembaga. Namun demikian, KH Mohammad Syafi’i Baedlowi (Penanggung Jawab Pondok Putra), kondisi Ponpes Ma’hadut Tholabah yang ia kelola tetap berkembang pesat.

A. Visi Pondok Pesantren Mahadut Tholabah

Membentuk Pribadi Santri yang beriman, berilmu amaliyah, berfikir ilmiyah dan berahlaqul karimah

B. Misi Pondok Pesantren Mahadut Tholabah

Menjadikan Pondok Pesantren Sebagai sarana yang mandiri dengan menitikberatkan pada penanaman keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

C. Tujuan Pondok Pesantren Mahadut Tholabah

Mengembangkan Normative Islam secara analisi dan empiris Periode Kepengurusan Pondok Pesantren Ma’hadut Thalabah.
Keberhasilan dari perkembangan Ponpes Ma'hadut Tholabah juga tidak bisa lepas dari jasa pendiri dan semangat kepahlawanan para sesepuh yang telah meletakan sendi dasar perjuangan syiar agama dan bela negara. Diceritakan oleh KH. Chafidz:
Seperti pada 1947, bagaimana perjuangan KH Muhammad Syai’i Mufti melawan Belanda. Tubuhnya diseret dari Babakan sampai Balapulang dan Kalibakung. Apa yang terjadi? Beliau tidak apa-apa. Makam beliau sekarang ada di Kalibakung.
Gaung Pondok Pesantren Ma'hadut Tholabah sebagai ponpes tertua di pantura barat ini sudah menggema sejak dulu. Bahkan, Bapak Soeharto sebagai Presiden Kedua Republik Indonesia pernah berkunjung pada Rabu 08 April 1970. Berikut ini slide dokumentasinya, silahkan disimak:


Hingga saat ini, Ma'hadut Tholabah masih menjadi sentral kegiatan pembelajaran keagamaan di Babakan. Jumlah santri Pondok Pesantren ini mencapai 3.200 orang dan 1200 diantaranya tinggal di komplek pondok, sedangkan sisanya pulang ke rumah ataupun asrama di sekitar pondok.

Sumber Referensi:
  • http://ppmt.dorotechnology.com
  • http://radarpekalongan.com
  • http://zaelanimusonif17.blogspot.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Profil Pondok Pesantren Ma'hadut Tholabah Babakan"

Post a Comment

If this article helpful, please share it...
We are waiting for your polite comments for our good ...