Laporan Kegiatan Pengayaan Mata Pelajaran IPS dan Prakarya Melalui Heimatkunde Kaligua

Sebelumnya, pernahkah kalian mendengar istilah heimatkunde...? Terasa sangat asing bukan...? Heimatkunde merupakan suatu cara pembelajaran yang kegiatannya mendasarkan pada pengajaran alam sekitar. Intinya, guru dan peserta didik diajak untuk melakukan proses belajar mengajar melalui pendekatan berinteraksi langsung pada alam. Di MTs Negeri 1 Tegal (MTsN Model Babakan Lebaksiu) program ini menjadi agenda tahunan dibawah naungan bagian Kurikulum. Tahun sebelumnya, kegiatan heimatkunde dilaksanakan di Situs Purbakala Semedo dan Batik Tegalan. Kesuksesan kegiatan pertama heimatkunde kami mendapatkan pengaruh positif dan dukungan dari stakeholder MTsN 1 Tegal sehingga penyelenggara berkomitmen untuk tetap melaksanakannya secara rutin.


Setelah sukses melaksanakan kegiatan yang menjadi program salah satu unggulan MTsN 1 Tegal (MTsN Model Babakan Lebaksiu), sebagai bentuk pertanggungjawaban tim panitia pelaksana, maka kami menyusun Laporan Kegiatan Pengayaan Mata Pelajaran IPS dan Prakarya Melalui Heimatkunde Kaligua sebagai berikut:

I. PENDAHULUAN


Puji syukur kepada Allah SWT., karena berkat kuasa-Nya kegiatan “Pengayaan Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Prakarya melalui Pembelajaran Alam Sekitar (Heimatkunde) Kaligua” dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Setelah disusun dan direncanakan sejak bulan September, akhirnya di pertengahan bulan Oktober 2016 kami berhasil serta sukses melaksanakan kegiatan pembelajaran di luar ruangan yang dikemas dalam acara heimatkunde Kaligua dengan tema “Memahami Sejarah dan Mengenal Alam untuk Mengembangkan Potensi Negeri”.

Rentang yang pendek antara perencanaan dengan pelaksanaan tidak menjadi halangan bagi penyelenggara dalam mempersiapkan semua aspek penunjang kegiatan. Selain itu, pertimbangan dalam menentukan waktu pelaksanaan juga berkaitan erat dengan efektifitas serta efisiensi dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan usai penyelenggaraan Ulangan Tengah Semester (UTS) Gasal Tahun Pelajaran 2016/2017 sesuai dengan Kalender Pendidikan MTsN Model Babakan yang telah disusun.

Berikut ini kami paparkan deskripsi mengenai kegiatan Pengayaan Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Prakarya melalui Pembelajaran Alam Sekitar (Heimatkunde) Kaligua MTs Negeri Model Babakan Lebaksiu Tahun Pelajaran 2016/2017 dalam bentuk laporan.

II. PELAKSANAAN KEGIATAN HEIMATKUNDE

A. Waktu dan Tempat Kegiatan Heimatkunde MTsN 1 Tegal

Sejak awal perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan heimatkunde ditetapkan dan dilakukan di Kaligua Kecamatan Peguyangan Kabupaten Brebes. Penentuan lokasi heimatkunde didasarkan atas pertimbangan nilai efektif dan efisiensi baik waktu maupun tempat. Di Kaligua terdapat puluhan hektar kebun teh sekaligus pabrik pengolahannya yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Selain itu, di atas bukit, di tengah kebun teh juga terdapat gua bernilai sejarah peninggalan dari pasukan jepang semasa menduduki Indonesia. Oleh karena itu, penyelenggara sepakat untuk menjadikan Kaligua sebagai obyek heimatkunde dengan rincian sebagai berikut:

Tempat :
  1. Budidaya Teh dan Pabrik Pengolahan Teh Hitam Kaligua sebagai objek Pengayaan Mata Pelajaran Prakarya;
  2. Goa Jepang sebagai objek Pengayaan Mata Pelajaran IPS.
Hari/Tanggal :
Kamis, 13 Oktober 2016
Waktu :
07.00 – 18.30
Pelaksanaan Acara pada tiap season terlampir (Lampiran I)

B. Peserta Kegiatan Heimatkunde MTsN 1 Tegal

Peserta Pengayaan Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Prakarya melalui Pembelajaran Alam Sekitar (Heimatkunde) Kaligua MTs Negeri Model Babakan Lebaksiu Tahun 2016 terdiri dari Perwakilan Peserta Didik Kelas VII (A, B, C, D, E, F, G, H, dan I) dengan total rincian sebagai berikut:
PESERTA DIDIK PUTRA PESERTA DIDIK PUTRI KELAS JUMLAH PESERTA KELAS JUMLAH PESERTA 7 A 10 anak 7 E 18 anak 7 B 10 anak 7 F 19 anak 7 C 10 anak 7 G 15 anak 7 D 12 anak 7 H 16 anak 7 I 17 anak 8 G 2 anak (PMR) JUMLAH TOTAL 129 anak.
Namun pada saat hari pelaksanaannya ada satu anak yang tidak dapat mengikuti karena sakit, sehingga menjadi 128 anak. Daftar hadir peserta sesuai dengan pembagian armada terlampir (Lampiran II)

C. Pendanaan Kegiatan Heimatkunde MTsN 1 Tegal

Sumber utama dana kegiatan Pengayaan Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Prakarya melalui Pembelajaran Alam Sekitar (Heimatkunde) Kaligua MTs Negeri Model Babakan Lebaksiu Tahun 2016 ini berasal dari DIPA / BOSS. Kemudian, berkaitan dengan beberapa ikon pembelanjaan yang ternyata belum ter-cover dalam Rencana Anggaran Pembiayaan, maka panitia berinisiatif untuk mengadakan secara mandiri serta gotong royong bersama peserta didik yang mengikuti kegiatan tersebut. Adapun Realisasi Anggaran dari dana DIPA / BOSS terlampir (Lampiran III).

D. Susunan Panitia dan Pendamping Heimatkunde MTsN 1 Tegal

Panitia dan Pendamping terdiri dari seluruh guru mata pelajaran IPS, Guru Seni Budaya, Guru Prakarya, Guru Olah Raga, serta Staf Tata Usaha MTs N Model Babakan Lebaksiu Tegal. Rincian dari Susunan Panitia dan Pendamping serta Deskripsi Tugasnya Terlampir (Lampiran IV).

E. Deskripsi Kegiatan Heimatkunde MTsN 1 Tegal

Dimulai dengan upacara pembekalan kegiatan Heimatkunde yang dipandu oleh Ketua Panitia, yaitu Bapak Darmawan Eko Prasetyo, S.E. Kemudian pemberian materi pembekalan dilakukan oleh Bapak Drs. H. Mukhlasin, M.Pd selaku Kepala MTs N Model Babakan Lebaksiu Tegal dalam sambutan. Beliau juga menyampaikan kepada Peserta, Panitia, maupun Pendamping bahwa kegiatan Heimatkunde harus dimanfaatkan secara maksimal karna dapat membantu pembentukan karakter yang nantinya sangat mendukung bagi kegiatan Sosial, Budaya, dan terutama bidang Pendidikan serta Pengajaran.

Upacara pembekalan ditutup dengan do’a bersama yang dipimpin oleh Bapak Imam Sopan, S.Ag. Sekitar pukul 07.30 peserta diberangkatkan menggunakan 3 Armada milik TNI Dewa Ratna Brigif Slawi menuju Kaligua.

1. Kegiatan Heimatkunde MTsN 1 Tegal Di Lokasi Budidaya dan Pengolahan Teh

Berkisar pukul sepuluh rombongan peserta Heimatkunde tiba di Telaga Renjeng sebelum melaksanakan obeservasi. Peserta dipersilahkan untuk bersiap-siap sambil beristirahat melepas lelah setalah menempuh perjalanan kurang lebih 2,5 jam sambil menikmati pemandangan telaga yang penuh misteri dan memberi makan ikan.

Lima belas menit kemudian melanjutkan perjalanan menuju objek I, yaitu Pabrik Teh Hitam Kaligua untuk mengikuti kegiatan pertama di Sentra Budidaya dan Pengolahan Teh. Kurang dari sepuluh menit rombongan tiba di Pabrik Teh Hitam Kaligua. Peserta, Pendamping, dan Panitia disambut baik oleh pengelola dan beberapa karyawan pabrik yang sedang bersiap untuk bekerja. Kunjungan pertama Peserta diberi materi pengenalan tentang sejarah berdirinya Pabrik Teh, pengetahuan berupa kondisi kebun teh, serta proses pembuatan Teh Hitam Kaligua.

Dijelaskan oleh pihak pengelola bahwa Pabrik Teh Hitam Kaligua telah beroperasi resmi sejak tahun 1971 meski sebelumnya juga sudah ada kegiatan budidaya teh pada puluhan hektar lahan dan pengolahannya. Dideskripsikan pula oleh pemandu dari pihak pengelola bahwa proses pengolahan dilakukan mulai dari pemetikan daun teh di kebun, kemudian dibawa manggunakan truk, dan dilanjutkan dengan memasukkan teh kedalam ruang pelayuan melalui monorel selama maksimal 20 jam. Usai dilayukan, teh akan dimasukkan pada mesin penggiling hingga beberapa tahap hingga kemudian dimasukkan pada mesin panas pada ruang penguapan. Proses demi proses, termasuk memilah teh, dilalui dan pengepakan serta pemasaran.

Pihak pengelola juga mengajak peserta heimatkunde berkeliling Pabrik agar lebih mengenal dan memahami tiap ruang serta mesin yang digunakan. Saat observasi berlangsung, peserta juga mendapat kesempatan melihat secara langsung proses pengangkutan teh dari truk, kemudian diletakkan dan diangkat ke atas menggunakan monorel menuju ruang pelayuan. Pada tahap ini peserta dan pendamping juga berkesempatan melihat cara pelayuan dan berinteraksi dengan karyawan yang didominasi ibu-ibu.

Usai dari ruang Pelayuan, peserta turun menuju ruang penggilingan yang suasananya agak bising dengan suara mesin. Di ruang ini semua pekerjanya adalah laki-laki. Kemudian masuk ke ruang sebelahnya, yaitu penguapan, yang agak panas dan dihuni serta diisi oleh pekerja laki-laki. Pada tahap berikutnya, peserta diajak menuju ruang Packing, untuk melihat proses pengepakan Teh Hitam Kaligua.

Selanjutnya, menjelang pukul 11.30 perjalanan dilanjutkan menuju ke obyek heimatkunde II, yaitu Gua Jepang di pusat kebun teh dengan lokasi bukit yang lebih tinggi dan melalui Tuk Bening.

2. Kegiatan Heimatkunde MTsN 1 Tegal Di Goa Jepang

Sekitar pukul 11.40 rombongan heimatkunde sampai di Gua Jepang dan disambut oleh Guide (pemandu) yang ramah. Sebelum memasuki gua, pemandu memberikan beberapa arahan demi ketertiban dan keamanan peserta saat berada di dalam gua, diantaranya tetap mengikuti pemandu dan tidak terpisah dari rombongan, serta tidak melakukan tindakan yang merusak/membahayakan.

Agar kegiatan observasi berjalan dengan baik dan lancar, peserta dibagi menjadi tiga kelompok secara bergantian saat memasuki Gua Jepang. Dimulai dengan Kelompok Armada I (Putri) yang memasuki gua terlebih dahulu hingga beberapa menit, disusul Kelompok Armada II (Putri), dan terakhir Kelompok Armada III (Laki-Laki).

Di dalam Gua Jepang, saat melewati rute mengikuti pemandu, terdapat beberapa ruang dan lokasi strategis yang dulu dimanfaatkan oleh tentara Jepang. Diantaranya, ruang tahanan, ruang introgasi dan penyiksaan, ruang penyimpanan senjata, ruang dapur, ruang sidang, dan lain-lain. Saat masuk ke dalam juga dijumpai beberapa pintu tertutup oleh besi yang menurut pemandu jalur tersebut dulunya digunakan oleh tentara jepang untuk membuang mayat romusha yang meninggal saat membuat gua.

Kondisi di dalam gua, meskipun berlampu, masih gelap dengan dinding yang lembab berair dan bagi sebagian peserta heimatkunde terasa ngeri saat melihat boneka-boneka simulasi tahanan yang disiksa, romusha yang sedang bekerja, serta ruangan-ruangan yang belum selesai dibuat. Di dalam Gua Jepang juga terdapat ruang ritual yang digunakan oleh para pemandu untuk berdoa bersama pada malam jum’at kliwon. Kegiatan selanjutnya, peserta heimatkunde dipersilahkan melakukan observasi di kebun teh sekitar Gua Jepang dan Tuk Bening. Selesai observasi, peserta menempuh kembali rute menuju tempat peristirahatan untuk makan dan melaksanakan sholat Dhuhur.

Kegiatan selanjutnya (usai istirahat, sholat, dan makan), peserta heimatkunde mengikuti kegiatan lapangan untuk melatih mental dan keberanian dalam bentuk out bond melalui beberapa jenis permainan. Meski sempat disambut gerimis, namun lebih dari 90% peserta tetap mengikutinya dan merasa berkesan.

Tepat pukul 16.00, usai menunaikan ibadah sholat Ashar, rombongan heimatkunde berkumpul dan meninggalkan Kaligua menuju MTs N Model Babakan. Dokumentasi kegiatan terlampir (Lampiran V). F. Capaian Tujuan Kegiatan Heimatkunde Setelah mengikuti kegiatan Heimatkunde, peserta didik mendapatkan pengetahuan secara langsung melalui pengamatan di kebun dan pabrik pengolahan Teh Hitam maupun Gua Jepang. Pada kunjungan dan observasi objek pertama Peserta didik mendapat kesempatan berinteraksi, mengikuti, dan mengamati secara langsung proses pembuatan Teh Hitam Kaligua. Hasilnya, Peserta Didik mengetahui tentang budidaya dan proses pengolahan teh (Pemetikan, Pelayuan, Penggilingan, Penguapan, Pengepakan, Pemasaran) serta mendapat kenang-kenangan Teh Hitam Kaligua.

Pada kunjungan objek yang kedua, peserta didik melakukan observasi terhadap lokasi Gua Jepang. Hasilnya, Peserta Didik mengetahui sejarah dan content gua yang dibuat oleh romusha pada masa Indonesia dijajah Jepang, yaitu terdiri dari pusat komando, ruang tahanan, ruang sidang, ruang penyiksaan, ruang senjata, ruang dapur, ruang pasukan jepang, dll.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan basis pengajaran terhadap alam sekitar dan pesertanya melakukannya dalam beberapa tahapan sebagai berikut:
  • Kunjungan; Peserta melakukan kunjungan langsung di Kebun Teh, Pabrik Pengolahan Teh Hitam, dan Gua Jepang di Kaligua Kecamatan Peguyangan Kabupaten Brebes.
  • Pengamatan; Pada kunjungan obyek I dilakukan dengan mendengar informasi dan melihat serta mengamati secara langsung proses pembuatan Teh Hitam kaligua. Sedangkan obyek II dilakukan dengan melihat secara langsung dan menelusuriGua Jepang. Selain itu, peserta juga mendapat informasi pendukung dari guide.
  • Pengumpulan Data Peserta mendengarkan, merekam, memotret, dan mencatat informasi yang diperoleh dari situs maupun guide (pemandu).
  • Laporan Hasil Pengamatan Dua kegiatan observasi (kunjungan dan pengamatan) tersebut dipertanggungjawabkan oleh peserta dalam bentuk laporan yang dikumpulkan pada guru pendamping. Bentuk dan contoh laporan terlampir (lampiran VI).

III. PENUTUP

Secara garis besar kegiatan Heimatkunde atau pengajaran alam sekitar yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 13 Oktober 2016 di dua objek, Budidaya dan Pengolahan Teh serta Gua Jepang, Kaligua Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes, berjalan sesuai dengan agenda yang disusun. Guna mendukung laporan kegiatan, kami lampirkan video perjalanan dan kegiatannya berikut ini:


Kepada semua pihak baik intern (warga MTs Negeri Model Babakan Lebaksiu) maupun ekstern (Armada Dewa Ratna Brigif Slawi, Pengelola Agrowista Kebun dan Pabrik Teh serta Gua Jepang Kaligua) yang telah membantu pelaksanaan hingga kegiatan berjalan dengan baik serta lancar, kami ucapkan terima kasih. Semoga dapat meningkatkan kualitas kerja sama untuk memajukan pendidikan. Amien...

Demikian laporan kegiatan Pengayaan Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Prakarya melalui Pembelajaran Alam Sekitar (Heimatkunde) Kaligua MTs Negeri Model Babakan Lebaksiu Tahun 2016 sebagai bentuk pertanggungjawaban panitia. Semoga kegiatan ini membawa berkah dan bermanfaat bagi semua pihak. Amien...

Slawi, Oktober 2016

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Kegiatan Pengayaan Mata Pelajaran IPS dan Prakarya Melalui Heimatkunde Kaligua"

Post a Comment

If this article helpful, please share it...
We are waiting for your polite comments for our good ...