Ribuan Santri MTsN 1 Tegal Dapat Vaksin MR Impor Dari India

Matsansaga - Mengacu pada program kesehatan yang dicanangkan oleh Pemerintah mengenai kampanye melawan Campak dan Rubella, MTsN 1 Tegal (MTsN Model Babakan Lebaksiu) telah melaksanakan Imunisasi vaksin MR terhadap peserta didiknya.

Sebenarnya, Apa itu Imunisasi MR?

Vaksin Measles Rubella (MR) sebenarnya adalah vaksin hidup yang dilemahkan (live attenuated) berupa serbuk kering dan hanya boleh dilarutkan dengan pelarut yang disediakan produsen serta harus segera digunakan paling lambat 6 jam setelah pelarutan.

Kemasan vaksin adalah 10 dosis per vial dan setiap dosis vaksin MR mengandung: 1000 CCID50 virus campak 1000 CCID50 virus rubella. Sedangkan vaksinnya diberikan secara subkutan dengan dosis 0,5 ml.

Dari Mana Sumbernya dan Apa Tujuan Pemberian Vaksin MR?

Sumber Vaksin dan Pelaksanaan Imunisasi MR
Organisasi vaksin asal India, Gavi, The Vaccine Alliance, merupakan lembaga internasional yang menggandeng sektor swasta dan pemerintah untuk memberikan bantuan kesehatan, khususnya vaksin bagi negara-negara berkembang dengan memberikan dana hibah.

Indonesia sendiri terpilih karena dinilai memiliki permintaan yang tinggi terhadap vaksin tersebut dan sudah memiliki infrastruktur memadai. Awalnya, Indonesia baru memiliki rencana, namun belum mewajibkan imunisasi MR kepada 17 juta anak kelompok usia 0-15 tahun karena harga vaksinnya yang mahal.

Menanggapi rencana pengadaan vaksin measles rubella oleh Kementerian Kesehatan pada Agustus 2017, PT Biofarma akhirnya menjajaki kerja sama produksi vaksin dengan India yang nilai taksir pengadaan vaksinnya sekitar Rp2,7 triliun. Berhubung belum mampu memproduksi, maka vaksin rubellanya diimpor dari produk Serum Institute of India dengan memanfaatkan vaksin campak produk PT Biofarma. Sedangkan biaya operasional berasal dari APBN.

Tujuan Pemberian Imunisasi MR
Tujuan pemberian imunisasi campak dan rubella adalah untuk melindungi anak dari kecacatan dan kematian akibat pneumonia, diare, kerusakan otak, ketulian, kebutaan dan penyakit jantung bawaan.

Siapa yang Tidak Boleh Diimunisasi dan apa Kontraindikasinya?

Pemberian imunisasi ditunda atau tidak diberikan sementara kepada anak yang dalam keadaan sebagai berikut:
  • Demam
  • Batuk pilek
  • Diare
Kontraindikasi terhadap vaksinasi adalah keadaan tertentu yang jarang dialami seseorang, dimana terjadi peningkatan risiko terjadinya reaksi simpang. Mengabaikan kontra indikasi dalam pemberian imunisasi dapat menimbulkan reaksi simpang serius yang tidak diinginkan. Kebanyakan kontra indikasi bersifat sementara sehingga vaksinasi dapat dilakukan lagi dikemudian hari. Oleh karena itu, perlu dihindari pemberian vaksin pada individu yang dalam kondisi:
  • Sedang dalam terapi kortikosteroid, imunosupresan dan radioterapi
  • Wanita hamil
  • Leukemia, anemia berat dan kelainan darah lainnya
  • Kelainan fungsi ginjal berat
  • Decompensatio cordis
  • Setelah pemberian gamma globulin atau transfusi darah
  • Riwayat alergi terhadap komponen vaksin (neomicyn)

Tanggapan Terhadap Protes atau Keberatan Sebagian Masyarakat

Merujuk dari ketentuan yang dijelaskan dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 4/2016, bahwa imunisasi pada dasarnya diperbolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu. Bahkan, Imunisasi bisa menjadi wajib ketika seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebabkan kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen yang mengancam jiwa.

Diperkuat juga dengan surat dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) nomor UM.01.05/4/1172/2017 tanggal 21 Juli, perihal Mohon Dukungan dalam Rangka Kampanye dan Introduksi Imunisasi Measles Rubella (MR) tahun 2017 dan 2018, maka MUI mengeluarkan tujuh rekomendasi, yaitu sebagai berikut
  1. Pemerintah wajib menjamin pemeliharaan kesehatan masyarakat, baik melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif.
  2. Pemerintah wajib menjamin ketersediaan vaksin Measles Rubella (MR) halal untuk kepentingan imunisasi bagi masyarakat.
  3. Komisi Fatwa mendukung pelaksanaan program imunisasi sebagai salah satu ikhtiar untuk menjaga kesehatan, dengan menggunakan vaksin yang halal.
  4. Pemerintah wajib segera mengimplementasikan keharusan sertifikasi halal seluruh vaksin yang digunakan termasuk vaksin Measles Rubella (MR) yang akan digunakan, serta meminta produsen untuk segera mengajukan sertifikasi halal terhadap produk vaksin.
  5. Produsen vaksin wajib mengupayakan produksi vaksin Measles Rubella (MR) yang halal dan melakukan sertifikasi halal sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
  6. Pemerintah bersama tokoh agama dan masyarakat perlu melakukan sosialisasi pelaksanaan imunisasi secara umum termasuk rencana pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR).
  7. Orang tua dan masyarakat perlu berpartisipasi menjaga kesehatan, termasuk dengan memberikan dukungan pelaksanaan imunisasi program termasuk imunisasi Measles Rubella (MR) yang akan dilaksanakan
 

Bagaimana Pelaksanaannya di MTsN 1 Tegal?

Melalui Kesiswaan dan dilaksanakan oleh Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Tegal memfasilitasi tempat bagi petugas kesehatan dari puskesmas Lebaksiu dalam melaksanakan pemberian vaksin Measles Rubella (MR) dalam bentuk imunisasi. Sebelumnya disosialisasikan kepada orang tua/wali berkaitan dengan permohonan ijin serta himbauan agar peserta didik menjaga kondisi tubuh tetap fit.

Kegiatan imunisasi campak dan rubella ini dilaksanakan sejak hari Senin s.d Rabu tanggal 21 s.d 23 Agustus 2017 dengan urutan kelas IX, VII, dan VII. Total penerima vaksin melalui imunisasi MR di MTsN 1 Tegal jika diakumulasikan antara peserta didik putra dan putri mencapai lebih dari seribu anak. Sedangakan kegiatan imunisasi susulan dilakukan pada hari kamis tanggal 28 agustus 2017 bagi peserta didik yang belum sempat mendapat vaksin MR.

Hamdallah... pelaksanaan Imunisasi pemberian Vaksin Measles Rubella (MR) pada peserta didik MTsN 1 Tegal berjalan dengan baik dan lancar.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ribuan Santri MTsN 1 Tegal Dapat Vaksin MR Impor Dari India"

Post a Comment

If this article helpful, please share it...
We are waiting for your polite comments for our good ...