Sekolah sebagai Salah Satu Tri Pusat Pendidikan

Sekolah sebagai lembaga pendidikan telah ada sejak beberapa abad yang lalu, yaitu pada jaman Yunani kuno. Kata sekolah berasal dari bahasa Yunani, yaitu "Schola" yang berarti waktu menganggur atau waktu senggang. Bangsa Yunani kuno mempunyai kebiasaan berdiskusi guna menambah ilmu dan mencerdaskan akal. Lambat laun usaha diselenggarakan secara teratur dan berencana (secara formal) sehingga akhirnya timbullah sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang bertugas untuk menambah ilmu pengetahuan dan kecerdasan akal.

Sekolah sebagai pusat pendidikan formal merupakan perangkat masyarakat yang diserahi kewajiban pemberian pendidikan dengan organisasi yang tersusun rapi, mulai dari tujuan, penjenjangan, kurikulum, administrasi dan pengelolaannya. Sekolah sebagai lembaga pendidikan sebenarnya ada banyak ragamnya, dan hal ini tergantung dari segi mana melihatnya.
1. Ditinjau dari segi mana yang mengusahakan:
  • Sekolah Negeri, yaitu sekolah yang diusahakan oleh pemerintah baik dari segi pengadaan fasilitas, keuangan maupun pengadaan tenaga pengajar.
  • Sekolah Swasta, yaitu sekolah yang diusahakan oleh selain pemerintah, yaitu badan-badan swasta.
2. Ditinjau dari sudut tingkatan
  • Pendidikan Pra Sekolah, yaitu pendidikan yang diperuntukkan bagi anak sebelum memasuki pendidikan dasar, seperti:
  1. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
  2. Taman Kanak-kanak (TK) / Raudatul Atfal (RA)
  • Pendidikan Dasar, yaitu meliputi:
  1. Sekolah Dasar (SD) / Madrasah Ibtidaiyah (MI)
  2. Sekolah Menengah Pertama (SMP) / Madrasah Ibtidaiyah (MTs)
  • Pendidikan Menengah, yaitu meliputi:
  1. Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Kejuruan (SMK)
  2. Madrasah Aliyah (MA)
  • Pendidikan Tinggi, yang meliputi:
  1. Akademi
  2. Institut
  3. Sekolah Tinggi
  4. Universitas
  • Titinjau dari sifatnya:
  1. Sekolah Umum, yaitu sekolah yang mengutamakan perluasan ilmu pengetahuan, yang termasuk dalam sekolah ini adalah SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA.
  2. Sekolah Kejuruan, yaitu sekolah yang mempersiapkan anak untuk menguasai keahlian-keahlian tertentu, diantaranya adalah SMEA, MAK, SMK, STM.
Di antara tiga pusat pendidikan, sekolah merupakan sarana secara sengaja dirancang untuk melaksanakan pendidikan. Tidak semua tugas mendidik dapat dilaksanakan oleh orang tua dalam keluarga terutama dalam hal ilmu pengetahuan. Keluarga tidak mungkin lagi memenuhi seluruh kebutuhan dan aspirasi generasi muda terhadap Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Kutipan dari Prof. Dr. Sikun Pribadi:
"Karena orang tua tidak mampu memberikan pendidikan selanjutnya dalam berbagai kecakapan dan ilmu. Kita dapat menggambarkan masyarakat tanpa sekolah. Di dalam sekolah bekerja orang-orang khusus didik untuk keperluan mengajar". (Srikun Pribadi. : 1982 : 92).
Semakin maju masyarakat semakin penting peranan sekolah dalam mempersiapkan generasi muda sebelum masuk dalam proses pembangunan masyarakatnya itu. Sekolah bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak selama mereka diserahkan kepadanya. Karena itu sebagai sumbangan sekolah sebagai lembaga terhadap pendidikan, diantaranya sebagai berikut:
  • Sekolah membantu orang tua mengerjakan kebiasaan-kebiasaan yang baik serta menanamkan budi pekerti yang baik.
  • Sekolah memberikan pendidikan untuk kehidupan di dalam masyarakat yang sukar atau tidak dapat diberikan di rumah.
  • Sekolah melatih anak-anak memperoleh kecakapan-kecakapan seperti membaca, menulis, berhitung, menggambar serta ilmu-ilmu lain sifatnya mengembangkan kecerdasan dan pengetahuan.
  • Di sekolah diberikan pelajaran etika, keagamaan, estetika, membenarkan benar atau salah, dan sebagainya.

Comments

Popular posts from this blog

Ceria Bersama Di Persami Matsansaga

Diklat Kepustakawanan Pusdiklat Perpustakaan Nasional RI

Jadwal Kegiatan Perkemahan Jumat Sabtu Minggu (Perjusa/Persami)

Contoh Tata Tertib Study Tour

Ketentuan Pemilihan dan Visi Misi Ketua Serta Wakil Ketua OSIS MTsN Model

Recent Post