Sembilan Pembiasaan Guru MTsN Model Babakan Lebaksiu (MTsN 1 Tegal)

Dalam proses belajar mengajar untuk mengarahkan peserta didik menjadi pribadi yang berakhlakul karimah, MTsN Model Babakan memiliki beberapa kegiatan Pembiasaan dan Budaya Sekolah. Pembiasaan ini mengadopsi dan mengembangkan kegiatan-kegiatan madrasah yang berkarakteristik pondok pesantren dengan menerapkan nilai-nilai agama, yaitu:
  • Penyambutan Pagi. Peserta didik Pada kegiatan ini guru secara bergiliran piket penyambutan sesuai Jadwal. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa hormat dan kedekatan guru dengan peserta didik yang harapannya bisa diterapkan dalam lingkungan keluarga;
  • Sholat Berjama’ah. Guru dan peserta didik melaksanakan Sholat Berjama’ah Dhuha, Dhuhur dan Ashar dengan rotasi imam oleh beberapa Ustadz. Sebelum memulai sholat, terdapat pengawasan wudhu oleh para Guru. Kegiatan ini menumbuhkan Spiritual Question pada peserta didik dan guru;
  • Kedisiplinan & Tanggung Jawab. Kegiatan ini bertujuan unutk membentuk jiwa yang tangguh dalam kedisiplinan dan tanggung jawab dalam lingkungan sekolah. Berikut beberapa kegiatan yang dilakukan:
  1. Semua Guru bertanggung jawab pada penegakan kedisiplinan;
  2. Semua guru dan peserta didik bertanggung jawab pada apa yang direncanakan (sehingga waktu teratur);
  3. Membuat kesepakatan tiap guru dan peserta didik membentuk kontrak belajar;
  4. Hasil dari rekap kedisiplinan tercatat pada guru, wali kelas dan BK.
  • Kerapian. Kegiatan ini melatih pembiasaan peserta didik untuk menjaga kerapian pakaian, rambut dan kuku sehingga diharapkan peserta didik mencintai kebersihan pada diri, sesama dan lingkungan.
  • Kedisiplinan Sholat. Bertujuan untuk menanamkan jiwa welas asih pada peserta didik maka diberlakukan sholat tepat waktu sesuai jadwal dan terdapat piket guru untuk imam.
  • Puasa Puasa Sunnah. dilakukan pada awal pekan pertama hari kamis, jadwal tersebut ditentukan oleh sekolah.
  • Konseling. Bertujuan untuk mengembangkan peserta didik sesuai minat dan bakat. Kegiatan yang dilakukan yaitu:
  1. Pelaporan studi kasus dari guru mapel -> Wali Kelas -> BK -> ke peserta didikan -> kepala madrasah;
  2. Pencatatan buku skor oleh walas -> BK-> ke peserta didikan
  3. Pemanggilan wali saat ada kasus
  4. Home visit kepada wali murid
  5. Paguyuban sebagai area sharing walas dan wali murid.
  • Pembinaan Wali Kelas. Sebelum pelajaran dimulai wali kelas memberikan motivasi dan sesudah pelajaran berakhir terdapat evaluasi sehingga diharapkan mampu menumbuhkan sikap percaya diri dan bekerja keras.
  • Tausiyah. Program motivasi guru ke peserta didik setiap jumat setelah sholat dhuha. Program ini bertujuan untuk memotivasi peserta didik agar senantiasa istiqomah dalam beribadah dan belajar.

Comments

Popular posts from this blog

Bahan Materi MOPD Wawasan Wiyata Mandala

Recent Post